Nama Mahasiswa: Retno Palupi 3110100130 Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Ir. I Gusti Putu Raka, DEA Ir. Heppy Kristijanto, MS
Pendahuluan Metodologi Preliminary Desain Perencanaan Struktur Sekunder Perencanaan Struktur Primer Perencanaan Balok Komposit Perencanaan Pondasi Kesimpulan
Latar Belakang Konstruksi gedung ini menggunakan struktur beton bertulang dengan Sistem Ganda pada keseluruhan struktur gedung dan struktur baja beton komposit pada balok diatas entrance (pintu masuk) sepanjang 16 meter. Balok komposit sepanjang 16 meter ini dipasang pada lantai 1 sampai dengan 13.
Balok Komposit Berselubung Beton Tampak Depan
Permasalahan: 1. Bagaimana menentukan permodelan struktur serta merancang preliminary desainnya? 2. Bagaimana merencanakan struktur sekunder meliputi pelat lantai, pelat atap, balok anak, tangga, dan balok penggantung lift? 3. Bagaimana menganalisa struktur tersebut berdasarkan Sistem Ganda SRPMM dan Dinding Struktur? 4. Bagaimana merencanakan struktur utama meliputi balok induk, kolom, shear wall, serta hubungan balok kolom? 5. Bagaimana merencanakan struktur balok entrance menggunakan struktur beton-baja komposit? 6. Bagaimana merencanakan pondasi struktur tersebut sesuai dengan keadaan tanahnya?
Tujuan 1. Menentukan permodelan struktur serta merancang preliminary desainnya. 2. Merencanakan struktur sekunder meliputi pelat lantai, pelat atap, balok anak, tangga, dan balok penggantung lift. 3. Menganalisa struktur tersebut berdasarkan Sistem Ganda. 4. Merencanakan struktur utama meliputi balok induk, kolom, shear wall, serta hubungan balok kolom. 5. Merencanakan struktur balok entrance menggunakan struktur beton-baja komposit. 6. Merencanakan pondasi struktur tersebut sesuai dengan keadaan tanahnya. 7. Menuangkan perhitungan ke dalam gambar teknik.
Batasan Masalah Agar permasalahan tidak melebar, maka dalam tugas akhir ini permasalahan dibatasi pada: 1. Perencanaan struktur beton-baja komposit hanya pada balok entrance dari lantai 1 sampai 13. 2. Perencanaan struktur beton bertulang pada lantai 1 hingga 20 menggunakan Sistem Ganda. 3. Perancangan hanya menghitung gedung utama saja dengan modifikasi sehingga ketinggian menjadi ± 85 meter dari muka tanah. 4. Perancangan tidak menghitung atap baja. 5. Perancangan tidak menghitung analisa biaya dan tidak membahas metode pelaksanaan. 6. Perancangan ini tidak meliputi utilitas bangunan, mechanical, instalasi listrik, sanitasi, plumbing, dan finishing.
Data Material fc = 30 MPa fy = 400 MPa Data umum bangunan Fungsi bangunan : Gedung Perkuliahan Jumlah lantai : 20 lantai Tinggi bangunan : ± 85m dari muka tanah
Ket : BI = Balok Induk BL = Balok Leuvel K1 = Kolom 1 SW = Shear Wall BA = Balok Anak BK = Balok Lomposit K2 = Kolom 2
Balok Induk Balok Anak Balok Leuvel Balok Komposit Sehingga direncanakan balok baja-beton komposit dengan dimensi 80/100.
Kolom K1 = kolom bulat K2 = kolom persegi Shear Wall digunakan shear wall 40 cm 40 cm > H/25 40 cm > 400/25 40 cm > 16 cm OK
Pelat Gambar Penulangan Pelat
Pelat Data perencanaan: Mutu beton: 30 MPa Mutu baja: 400 MPa Tebal pelat atap: 12 cm Tebal pelat lantai: 12 cm Tebal selimut beton: 2 cm Diameter tulangan rencana: 10 mm Pelat Type A L y = 365 cm L x = 315 cm X = 46 Y = 38 Pelat Type B L y = 465 cm L x = 365 cm X = 50 Y = 38 Pelat Type C L y = 615 cm L x = 465 cm X = 53 Y = 38 Berdasarkan perumusan PBI 1971 didapatkan nilai tulangan arah x dan y adalah 10-200
Balok Anak Data Perencanaan: fc = 30 MPa fy = 400 Mpa Dimensi balok = 30/50 Tul. Balok Diameter (D 16 ) = 16 mm Tul. Sengkang Diameter (Ø 8 ) = 8 mm Peritungan Tulangan d = h` + Ø sengkang + ½.Ø tul. Utama = 40 + 8 + 0,5 x 16 = 56 mm d = 500 56 = 444 mm Dipasang tulangan tumpuan = 5 D 16 tulangan lapangan = 5 D 16 tulangan geser = 8 150 Tumpuan Lapangan
Balok Leuvel Data Perencanaan: fc = 30 MPa fy = 400 Mpa Dimensi balok = 30/50 Tul. Balok Diameter (D 16 ) = 16 mm Tul. Sengkang Diameter (Ø 8 ) = 8 mm Peritungan Tulangan d = h` + Ø sengkang + ½.Ø tul. Utama = 40 + 8 + 0,5 x 16 = 56 mm d = 500 56 = 444 mm Dipasang tulangan tumpuan = 4 D 16 tulangan lapangan = 4 D 16 tulangan geser = 8 300 Tumpuan Lapangan
Balok Lift Merk : Mitsubishi Kecepatan : 1,75 m/s Kapasitas : 750 kg Lebar pintu (opening width) : 1200 mm Dimensi sangkar (car size) : outside : 1650 x 2150 mm 2 inside : 1500 x 2000 mm 2 Dimensi ruang luncur : 3500 x 3800 mm 2 Dimensi balok penggantung lift: 30/40 fc = 30 MPa fy = 400 Mpa Tul. Balok Diameter (D 16 ) = 16 mm Tul. Sengkang Diameter (Ø 8 ) = 8 mm Peritungan Tulangan Tulangan lentur : 6 D 16 Tulangan geser : 8 300 Tumpuan Lapangan
Balok Induk
Balok Induk Exterior Dimensi balok : 40/70 Panjang bentang : 800 cm Mutu beton : 30 MPa Mutu baja : 400 Mpa Diameter tulangan longitudinal : 25 mm Diameter tulangan sengkang : 10 mm Momen Tumpuan Kiri Momen Tumpuan Kanan Momen Lapangan Mu 510768300 Nmm 606621300 Nmm 135757500 Nmm As perlu 3191,47 mm 2 3261,46 mm 2 892,5 mm 2 As pakai 3925 mm 2 3925 mm 2 1962,5 mm 2 As' pakai 1962,5 mm 2 1962,5 mm 2 981,3 mm 2 Tulangan tarik terpasang 8 D 25 8 D 25 4 D 25 Tulangan tekan 4 D 25 4 D 25 2 D 25 terpasang Mn 732436246 Nmm 732436246 Nmm 376992402 Nmm Tumpuan Lapangan
Balok Induk Interior Dimensi balok : 40/70 Panjang bentang : 800 cm Mutu beton : 30 MPa Mutu baja : 400 Mpa Diameter tulangan longitudinal : 25 mm Diameter tulangan sengkang : 10 mm Momen Tumpuan Kiri Momen Tumpuan Kanan Momen Lapangan Mu 564762000 Nmm 561265000 Nmm 236408800 Nmm As perlu 3055,62 mm 2 3043,52 mm 2 1203,41 mm 2 As pakai 3925 mm 2 3925 mm 2 1962,5 mm 2 As' pakai 1962,5 mm 2 1962,5 mm 2 981,3 mm 2 Tulangan tarik 8 D 25 8 D 25 4 D 25 terpasang Tulangan tekan 4 D 25 4 D 25 2 D 25 terpasang Mn 732436246 Nmm 732436246 Nmm 376992402 Nmm Tumpuan Lapangan
Kolom
Kolom 1 Mutu beton : 40 MPa Mutu baja : 400 MPa Dimensi kolom: D 130 Tinggi Kolom : 300 cm Tebal decking beton (c) : 50 mm Diameter tulangan longitudinal (D): 32 mm Diameter tulangan sengkang : 14 mm Berdasarkan analisa PCA Column digunakan tulangan longitudinal 20 D 32 dengan rasio tulangan 1,23%. Dari perhitungan terhadap geser diperoleh sengkang 4Ø14-100
Kolom 1
Kolom 2 Mutu beton : 40 MPa Mutu baja : 400 MPa Dimensi kolom: 95 x 95 Tinggi Kolom : 300 cm Tebal decking beton (c) : 50 mm Diameter tulangan longitudinal (D): 25 mm Diameter tulangan sengkang : 14 mm Berdasarkan analisa PCA Column digunakan tulangan longitudinal 20 D 25 dengan rasio tulangan 1,13%. Dari perhitungan terhadap geser diperoleh sengkang 4 Ø14-100
Kolom 2
Shear Wall Shear Wall 1 Shear Wall 2
Shear Wall Mutu beton (fc ) = 50 MPa Mutu baja (fy) = 400 MPa Tebal dinding geser= 40 cm Tebal selimut beton= 40 mm Diameter tulangan = 22 mm Penulangan Geser Vertikal Dengan memakai tulangan geser terpasang 2Ø19 (As= 566,77 mm²) dan s = 200 mm maka akan memperoleh nilai ρt = (2 x 566,77)/(400 x 200) = 0,0142 > 0,0025 OK Penulangan Geser Horisontal Apabila dipakai 2 lapis tulangan Ø22 (As= 759,88 mm²) dan s = 200 mm, maka = = 0,0095 > 0,0025 OK
Penulangan Shear Wall 1
Penulangan Shear Wall 2
Data Perencanaan Dimensi balok = 80/100 Panjang bentang = 16,0 m Mutu beton (fc ) = 30 MPa Mutu baja = BJ 41 (fy = 250 MPa) Profil baja = WF 600 x 300 x 14 x 23 Diameter tulangan longitudinal = 25 mm Es = 210000 MPa As = 222,4 cm 2 d = 594 mm bf = 302 mm r = 28 mm t w = 14 mm t f = 23 mm w = 120 kg/m I x = 1,37 x 10 9 mm 4 Z x = 5017 cm 3 S x = 4620 cm 3
Dari data tanah yang ada, diambil contoh perhitungan pada kedalaman 25 m dengan diameter tiang pancang 600 mm menggunakan persamaan Luciano Decourt: Q n = Q p + Q s Dimana: Q p = (N p.k).a p = (31,98 x 35) x 0,283 = 316,5 ton Q s = (N s /3 +1).A s = (13,34/3 + 1) x 47,12 = 256,67 ton Q L = Q p + Q s = 316,5 + 256,67 = 573,17 ton Q u = Pijin 1 tiang = = 191,06 ton n = = 7,3 tiang Dipakai tiang pancang 12 buah
Terima Kasih